Konsumsi Bawang Berlian Baik Sebelum Makan, Kecuali untuk Penderita Mag.

m .iqbal julian arrizky

Satu jam bagai setahun. Gara-gara salah cara konsumsi bawang berlian, Suci Puji Suryani mesti merasakan derita perut perih dan melilit selama satu jam. Suci mengonsumsi bawang berlian untuk mengontrol kadar gula darahnya. Itu bermula dari pemeriksaan kesehatan seluruh karyawan perusahaan tempat ia bekerja. Angka 225 mg/dl kadar gula darah hasil pengecekan pada April 2013 itu membuat jantung  perempuan asal Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, itu berdebar-debar. Dari berbagai literatur yang dibaca Suci mafhum kadar gula darah itu tinggi. Kadar gula darah normal jika nilai kadar gula darah sewaktu-waktu diperiksa kurang dari  200 mg/dl.


Ibu 3 anak itu pantas gundah. Ia termasuk mereka yang berisiko tinggi menderita diabetes mellitus. Ibunda Suci penderita diabetes. Menurut dr Hendarto Natadidjaja MARS SpPD di rumahsakit Royal Taruma, Jakarta, risiko diabetes diturunkan pada mereka yang memiliki keluarga penderita diabetes. Sejak pemeriksaan itu, alumnus Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman itu pun mengubah gaya hidup.

Ia mengambil dua siung bawang berlian Eleutherine americana, merajang, dan merebusnya dengan 4 gelas air di atas api kecil hingga tersisa 2 gelas. Air rebusan ia konsumsi pagi dan sore hari sebelum makan. Baru seminggu konsumsi tiba-tiba datang derita perut perih dan melilit itu.

Sebelum makan

Menurut peneliti dari Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung, Prof Dr Sukrasno, konsumsi herbal memang sebaiknya sebelum makan. Pada kondisi lambung yang kosong penyerapan herbal lebih efektif. Hanya saja saran itu ada pengecualian. “Bagi orang yang lambungnya sensitif, disarankan konsumsinya setelah makan,” tutur doktor Botani alumnus Universitas Edinburgh, Inggris itu. Jika konsumsi herbal berbarengan dengan obat  kimia, beri jeda selama 2 jam.

Dokter sekaligus herbalis di Bintaro, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, dr Prapti Utami sepakat. Konsumsi bawang berlian sebaiknya satu jam sebelum makan. “Pada kondisi itu lambung  dalam keadaan kosong, sehingga penyerapan  herbal lebih maksimal,” ujarnya. Bagi pasien yang memiliki gangguan lambung seperti  mag, sebaiknya konsumsi herbal dua jam setelah makan.

Lukas Tersono Adi, herbalis di Tangerang, Provinsi Banten, menganjurkan untuk mereka yang memiliki lambung sensitif untuk menambahkan kayu manis Cinnamomum zaylanicum saat konsumsi bawang berlian. “Kayu manis menetralisir asam lambung yang terlalu tinggi,” tutur perintis Asosiasi Pengobat Tradisional Ramuan Indonesia (ASPETRI) itu. Suci mencoba cara  itu. Ia menambahkan 3 cm kayu manis tiap kali merebus bawang berlian. Air rebusan dikonsumsi setelah makan. Hasilnya, “Sekarang perih di lambung tak pernah terasa,” kata perempuan yang berdomisili di Depok,  Jawa Barat, itu.

Menurut Lina Mardiana, herbalis di Yogyakarta, keluhan perih di lambung pascakonsumsi bawang berlian bisa juga disebabkan karena stamina pasien jelek. Kemungkinan lain terjadi peradangan di lambung akibat mengonsumsi bawang dayak dalam bentuk kapsul. Cangkang kapsul sulit dicerna sehingga menyebabkan peradangan. Oleh karena itu Lina lebih menyarankan konsumsi dalam bentuk air rebusan. Lina juga mengingatkan untuk tidak berlebihan dalam mengonsumsi bawang berlian. Konsumsinya cukup satu gelas air rebusan untuk sekali minum.

Belum ada riset yang mengungkap mengapa konsumsi bawang berlian menyebabkan  lambung menjadi perih. Di sisi lain, Dani Hendrawan—yang bersangkutan enggan disebut namanya—justru terbebas dari mag setelah konsumsi bawang berlian. Dani mengonsumsi ekstrak kapsul sebanyak 2 kapsul sehari sehabis makan. Sebulan konsumsi, mag yang diderita hampir 5 tahun itu membaik. “Dulunya setelah makan santan dan pedas perut selalu perih dan kembung,” ucapnya.

Hipotensi
Penderita darah rendah juga sebaiknya bijak dalam mengonsumsi bawang berlian. “Bawang berlian menurunkan tekanan darah,” kata dr Prapti Utami. Untuk mengatasi efek samping itu, dr Prapti menyarankan agar konsumsi bawang berlian dibarengi wedang jahe.

Caranya, hancurkan rimpang jahe Zingiber officinale seukuran 2 ruas jari, lalu campur dengan segelas air panas (200 ml). Diamkan hingga hangat kuku lalu minum setiap kali konsumsi bawang berlian. “Jahe menaikkan tekanan darah, sehingga efek samping konsumsi bawang berlian teratasi,” paparnya. Cara lain, dengan menambahkan garam seperti saran Lina. Tambahkan seujung sendok teh garam dapur ketika mengonsumsi bawang berlian.

Sifat penurun tekanan darah bawang dayak baik untuk penderita hipertensi. Namun, konsumsinya tetap berhati-hati. Sanusi Oneih, produsen kapsul bawang berlian di Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur, menyarankan jika tekanan darah sudah normal hentikan konsumsi bawang berlian. Dengan cara tepat, faedah bawang tiwai benar didapat. (Desi Sayyidati Rahimah/Peliput: Bondan Setyawan, Andari Titisari, dan Pressi Hapsari Fadlillah) - www.trubus-online.co.id

2 komentar: