Cara Mudah Budidaya Bawang Dayak

Cara Mudah Budidaya Bawang Dayak
Sekarang ini, sudah semakin banyak masyarakat yang telah membuktikan khasiat dari bawang dayak. Tak heran jika informasi terkait dengan budidaya bawang dayak begitu diminati oleh masyarakat.

Seperti yang diketahui, bawang dayak adalah tanaman yang sebagai obat herbal berbagai macam penyakit. Tanaman ini memiliki banyak sekali manfaat, tak heran jika peluang bisnis budidaya bawang dayak ini terbilang cukup besar.

Beberapa penyakit yang bisa diobati dan dicegah dengan mengkonsumsi bawang dayak adalah hipertensi, hepatitis, flu, demam, diabetes, asam urat. dan lain sebagainya. Bahkan ternyata banyak pula penelitian yang membuktikan bahwa bawang dayak mampu menyembuhkan kanker dan tumor pada tubuh.

Langkah-langkah dalam Budidaya Bawang Dayak

Di Indonesia bawang dayak ini dikenal juga dengan sebutan bawang hutan. Hal ini dikarenakan habitatnya yang lebih banyak didapati di hutan-hutan Kalimantan. Sebagai tanaman liar, bisa diketahui bahwa bawang dayak ini bisa tumbuh meskipun tidak dirawat. Tapi dengan perawatan yang intensif tentunya kualitas dan hasil panen bawang dayak ini bisa lebih optimal.

Menariknya, budidaya bawang dayak tidak perlu dialirkan air setiap hari ataupun menggunakan pestisida. Pupuk yang diperlukan juga berupa pupuk alami sehingga Anda yang ingin membudidayakan tanaman ini tidak perlu mengeluarkan modal yang banyak. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah tahapan dalam membudidayakan tanaman bawang dayak.

1. Siapkan keperluan menanam

Tahapan dalam budidaya bawang dayak yang pertama adalah mempersiapkan semua keperluan oenanaman. Mulai dari bibit bawang dayak, pupuk kandang yang sudah dicampur sekam arang padi, dan lahan .

Untuk permulaan, Anda bisa menanam umbi bawang dayak kurang lebih 15 umbi. Cobalah untuk membudidayakan tanaman ini sedikit terlebih dahulu. Jika berhasil, Anda bisa menambahkan jumlah tanamannya.

Selanjutnya, siapkan pupuk kandang yang dicampur arang padi atau sisa-sisa pembakaran dari daun kering. Apabila Anda ingin membudidayakan tanaman bawang dayak di pot, maka perbandingan antara media tanah dengan pupuk dan sekam adalah 1:1:0,5. Langkah yang harus dilakukan selanjutnya adalah menyiapkan lahan, bisa di tanah atau menggunakan pot tergantung dari ketersediaan lahan di tempat Anda.

2. Penggemburan tanah

Tahapan selanjutnya adalah mencangkul tanah sebagai tempat penanaman. Buatlah bedengan memanjang dengan lebar kurang lebih 1 meter dan tinggi sekitar 20 cm. Untuk setiap bedengan diberi jarak 15 cm sebagai saluran air. Hal ini penting agar sewaktu hujan air tidak menggenangi bedengan tempat bawang dayak tumbuh. sehingga mencegah kebusukan umbi tanaman ini.

Untuk permulaan, sebaiknya bawang dayak ditanam dipersemaian dulu.. Dengan begitu, bawang dayak akan lebih cepat dan mudah tumbuh. Persemaian bisa dibuatkan lahan tersendiri atau ditanam dalam pot/polibag. Jangan lupa dengan diberi naungan di atasnya agar kelembaban persemaian selalu terjaga. Setelah bibit sudah tumbuh tunas atau daun baru dipindahkan ke lahan yang sebenarnya.

Jarak tanam yang bagus adalah 20 sampai dengan 30 cm. Agar budidaya bawang dayak berhasil, Anda hanya boleh menanam satu buah umbi bawang dayak pada satu lubang. Hal ini dilakukan agar ketika bawang dayak tumbuh, antar tanaman tidak akan saling berdesakan satu sama lain. Dengan begitu, tanaman bisa tumbuh dengan maksimal.

2. Penanaman bibit

Tahapan selanjutnya adalah menanam satu persatu umbi tanaman bawang dayak pada lubang tanah yang sudah di siapkan tadi. Setelah umbi bawang dayak masuk ke dalam lubang, Anda timbun lubang dengan tanah hasil galian sebelumnya. Pasalnya tanah (top soil) atau bagian atas tersebut mengandung banyak unsur hara yang baik untuk tanaman. Perlu diingat bahwa bawang dayak adalah tanaman yang tidak perlu disiram terlalu banyak. Jika diberi air berlebih, hal ini justru bisa menyebabkan tanaman bawang dayak membusuk dan tidak bisa dipanen.

3. Perawatan tanaman

Pupuk dipakai dalam tata cara tanam bawang dayak dalam rangka meningkatkan kesuburan tanah yang akan dipakai untuk menanam umbi bawang dayak. Dengan pemberian pupuk ini, bawang dayak bisa tumbuh secara optimal dan memiliki produksi yang melimpah. Harus diingat bahwa pupuk yang digunakan adalah pupuk organik. Hal ini dimaksudkan agar bawang dayak tidak tercemar dengan bahan-bahan kimia.

Selain memakai pupuk organik, Anda juga bisa membuat pupuk kompos sendiri menggunakan sisa-sisa daun kering atau kotoran hewan yang sudah didekomposisi. Dalam membudidayakan tanaman bawang dayak, Anda tidak memerlukan banyak pupuk. Cukup berikan sedikit, maka bawang dayak bisa tumbuh secara optimal.

Dalam proses budidaya bawang dayak, Anda tidak memerlukan pestisida karena bawang dayak termasuk tanaman yang tahan terhadap berbagai macam hama dan penyakit. Hanya saja, Anda harus lebih waspada ketika musim hujan karena umbi bawang dayak bisa terkena jamur. Pasalnya kondisi tanah yang lembab akan membuat jamur lebih cepat berkembang biak.

Sedangkan di musim kemarau, risiko bawang dayak terkena jamur bisa dikatakan tidak ada. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk menanam bawang dayak saat musim kemarau.

Panen Hasil Budidaya Bawang Dayak

Setelah mengetahui tahapan dalam budidaya bawang dayak, hal selanjutnya yang harus Anda ketahui adalah masa panen. Sekedar informasi, masa panen bawang dayak paling ideal adalah ketika berumur 5 sampai dengan 6 bulan. Karena pada umur tersebut, kadar senyawa aktif yang ada di dalam bawang dayak sedang optimal-optimalnya. Dengan begitu, khasiatnya juga akan lebih ampuh.

Di pasaran sendiri, harga bawang dayak masih terbilang mahal yaitu sekitar Rp 100 ribuan per kilogramnya. Jika sudah dikemas dan dijual di swalayan besar, harga bawang dayak ini bisa mencapai Rp 125 ribu per 250 gram.

Demikianlah informasi terkait dengan cara budidaya bawang dayak, semoga tulisan ini menambah wawasan Anda.

0 komentar:

Posting Komentar